Isi Perjanjian (Unsur Aksidentalia)

by Estomihi FP Simatupang, SH.,MH

Posted on March 07, 2022 06:31

Unsur Aksidentalia, adalah bagian perjanjian yang ditambahkan oleh para pihak, undang-undang sendiri tidak mengatur tentang hal tersebut. Jadi hal yang diinginkan tersebut juga tidak mengikat para pihak karena memang tidak ada dalam undang-undang dan apabila tidak dimuat maka berarti tidak mengikat.

Beberapa contoh unsur aksidentalia adalah sebagai berikut :

PASAL 9*)

MUSNAHNYA UANG MUKA

Bahwa apabila hingga jangka waktu yang telah ditentukan sebagaimana pada Pasal 2 ayat (2)**) diatas Pembeli tidak melakukan pembayaran sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (1)***) diatas maka uang muka sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 diatas musnah dan tidak dapat ditarik kembali dari Pemilik.

 

PASAL 10

GARANSI DAN CACAT TERSEMBUNYI

  1. Bahwa Pemilik memberikan garansi selama 30 hari kalender sejak tanggal penyerahan kendaraan bermotor kepada pembeli.
  2. Bahwa garansi yang dimaksud sebagaimana ayat (1) diatas adalah garansi atas cacat tersembunyi kendaraan bermotor.
  3. Bahwa apabila terdapat cacat tersembunyi yang timbul selama masa garansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas maka Pemilik akan melakukan perbaikan tanpa membebankan biaya perbaikan kepada Pembeli.
  4. Bahwa apabila cacat tersembunyi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatas tidak dapat diperbaiki oleh Pembeli maka Pembeli bersedia untuk mengembalikan seluruh pembayaran pembelian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 dan Pasal 6 diatas.
  5. Bahwa pengembalian biaya pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatas dilakukan Pemilik paling lama 7 (tujuh) hari setelah pernyataan ketidakmampuan Pemilik untuk memperbaiki cacat tersembunyi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatas.
  6. Bahwa ketidakmampuan Pemilik untuk memperbaiki cacat tersembunyi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatas dinyatakan dalam bentuk tertulis.

 

PASAL 11

FORCE MAJEURE

  1. Bahwa force majeure sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 diatas dapat terjadi pada salah satu pihak atau terjadi pada kedua belah pihak
  2. Bahwa apabila Force Majeure terjadi pada salah satu pihak sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 diatas maka pihak yang terdampak force majeure tersebut harus memberitahukan dan menyampaikan bukti tentang force majeure tersebut kepada pihak yang lain paling lama 3 hari setelah force majeure tersebut terjadi.
  3. Bahwa apabila kedua belah pihak bersama - sama mengalami force majeure maka masing-masing pihak harus saling memberitahukan satu sama lain tentang force majeure tersebut.

 

*) Penomoran pada pasal ini hanya sebagai contoh agar memudahkan untuk menyusun pasal-pasal selanjutnya yang saling berhubungan satu sama lain.

**) Sesuaikan dengan pasal yang dimaksud

***) Sesuaikan dengan pasal yang dimaksud


Referensi

  • Widjaya, Rai. 2002."Merancang Suatu Kontrak, Contract Drafting, Teori dan Praktek".  Jakarta :Megapoin
  • www.lawinsider.com
  • https://weagree.com
Daftar Referensi Bacaan

Total Views : 321

Related Post

× Harap isi Nama dan Komentar anda!
humbarasa.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Komentar pada artikel ini
Responsive image Responsive image

Kirim Pertanyaan

Peraturan PerUndang-Undangan
Yurisprudensi
Pengantar Hukum Kontrak
Elemen Kontrak
Ketentuan Kontrak Dalam KUHPerdata
Pelaksanaan Kontrak
Essay